Kamis, 14 April 2016

DESKRIPSI PULAU FLORES

Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 1 Kota dan 19 Kabupaten, yaitu: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nage Keo, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.  Masing-masing Kabupaten dan Kota memiliki keragaman suku yang sangat variatif.
   Di pulau flores sendiri ada sembilan kabupaten yakni kab, Manggarai Barat dengan ibukota kabupatennya Labuan Bajo, Kab. Manggarai dengan ibukotanya Ruteng Kab. Manggrai Timur ibukotanya Borong, Kab Ngada ibukotanya Bajawa, Kab, Nagekeo ibukotanya Mbai, Kab Ende ibukotanya Ende, Kab. Sikka ibukotanya Maumere, Kab. Flores Timur ibukotanya Larantuka dan Kab. Lembata ibukotanya lembata.
luas wilayah sekitar 14.300 km². Penduduk di Flores, pada tahun 2010 mencapai 1,831 juta jiwa. Puncak tertinggi adalah Gunung Ranakah (2350m) yang merupakan gunung tertinggi kedua di Nusa Tenggara Timur, sesudah Gunung Mutis, 2427m di Timor Barat. Pulau Flores bersama Pulau Timor, Pulau Sumba dan Kepulauan Alor merupakan empat pulau besar di Provinsi NTT yang merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia dengan 566 pulau. Flores, dengan luas, jumlah penduduk dan sumber daya baik alam maupun manusia yang dinilai cukup memadai, saat ini mempersiapkan diri menjadi sebuah provinsi pemekaran di NTT. Di ujung barat dan timur Pulau Flores ada beberapa gugusan pulau kecil. Di sebelah timur ada gugusan Pulau Lembata, Adonara dan Solor, sedangkan di sebelah barat ada gugusan Pulau Komodo dan Rinca. Sebelah barat pulau Flores, setelah gugusan pulau-pulau kecil tersebut, terdapat pulau Sumbawa (NTB), sedangkan di sebelah timur setelah gugusan pulau-pulau kecil tersebut, terdapat kepulauan Alor. Di sebelah tenggara terdapat pulau Timor. Di sebelah barat daya terdapat pulau Sumba, di sebelah selatan terdapat laut Sawu, sebelah utara, di seberang Laut Flores terdapat Sulawesi.
Suku bangsa Flores adalah percampuran etnis antara Melayu, Melanesia, dan Portugis. Dikarenakan pernah menjadi Koloni Portugis, maka interaksi dengan kebudayaan Portugis sangat terasa dalam kebudayaan Flores, baik melalui genetik, agama, dan budaya.